Kelompok 1

Agam SMH /15309064
Amelia Warliana / 15311007
Ledy Rezki Tiara / 15311031
Aghnia Qinthari / 15311049
Seshana Junisa / 15311063
Narakorn Inkamma
Tampilkan postingan dengan label indeks kualitas udara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indeks kualitas udara. Tampilkan semua postingan

Indeks Kualitas Udara - Pakistan

Negara Pakistan terletak di barat laut benua Asia bagian Selatan dengan posisi 23⁰ 35’ hingga 37⁰ 05’ Utara dan 60⁰ 50’ hingga 77⁰ 50’ Timur dan dengan luas 796.095 km2. Pakistan berbatasan dengan Iran di sebelah barat, Afghanistan di sebelah barat laut, China di sebelah timur laut, India di sebelah timur, dan Laut Arab di sebelah selatan.

Dalam memonitoring kualitas udara, Pakistan – EPA bekerja sama dengan JICA (Japan International Cooperation Agency). Berikut standar baku mutu udara ambient di Pakistan :

Sumber: [1]

Metodologi Penentuan Indeks Pencemaran Udara

Dalam menentukan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), Negara Pakistan menganut metode US EPA (United States Environmental Protection Agency) yakni Air Quality Index (AQI). Air Quality Index adalah suatu indeks yang digunakan untuk melaporkan kualitas udara harian. Indeks ini menjelaskan seberapa bersih atau tak sehatnya udara di suatu lokasi dan efeknya terhadap kesehatan. Untuk mempermudah mengartikan AQI, maka terdapat enam level kesehatan yang digambarkan melalui table berikut :


Air Quality Index menurut EPA - WHO
Sumber: [2]

AQI dibagi menjadi 6 kategori, yang setiap warnanya merupakan perwakilan dari setiap range nilai indeks. Untuk lebih dapat dimengerti perbedaan level dari setiap polutan, maka skala nilai AQI dibagi menjadi 6 level berdasarkan efek kesehatan yang timbul, yaitu :

“GOOD atau HEALTHY” : Indeks yang berkisar diantara nilai 0-50 dikatakan baik karena pencemaran udara tidak menimbulkan risiko. Tidak dibutuhkan peringatan apapun kepada masyarakat.

“MODERATE” : Indeks yang berkisar diantara nilai 51 dan 100 ini dapat dikatakan masih bias diterima masyarakat. Namun, penduduk yang sensitive disarankan untuk membatasi kegiatan di luar ruangan.

“UNHEALTHY FOR SENSITIVE GROUPS” : Indeks yang berkisar diantara 101 dan 150 ini dikatakan perbatasan tidak sehat, khususnya bagi populasi sensitif. Artinya, populasi ini akan lebih mudah terpapar daripada populasi normal. Contohnya, anak-anak dan orang dewasa yang aktif diluar ruangan dan orang-orang yang memiliki penyakit pernapasan memiliki risiko lebih tinggi dari paparan CO. Beberapa orang bisa saja sensitif pada lebih dari satu pencemar.

“UNHEALTHY” : Indeks yang berkisar diantara nilai 151 dan 200 ini adalah batas awal nilai pencemar yang mampu membuat setiap orang merasa tidak nyaman. Anak-anak dan orang dewasa yang aktif serta orang yang memiliki penyakit pernapasan seperti asma, harus mengurangi kegiatan diluar ruangan.

“VERY UNHEALTHY” : Indeks yang berkisar antara 201 dan 300 bisa memicu peringatan kesehatan, hal ini berarti semua orang dapat merasakan efek yang lebih serius dari pencemar. Anak-anak dan orang dewasa aktif, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan, seperti asma, harus menghindari kegiatan di luar ruangan.

“HAZARDOUS” : Indeks yang nilainya lebih besar dari 300 ini dapat memicu peringatan kesehatan yang bersifat emergency. Seluruh populasi dapat terkena efek pencemar. Hal ini bisa terjadi karena kombinasi dari beberapa pencemar atau satu pencemar seperti PM.

AQI didasarkan pada empat polutan yakni : ozon (O3), partikulat, karbon monoksida, dan sulfur dioksida. Setiap polutan mengindikasikan efek yang berbeda terhadap kesehatan. Berikut table kategori masing-masing polutan :

Nilai AQI dan efeknya terhadap kesehatan (Ozon, Partikulat, CO, dan SO2)
Sumber: [2]




Untuk mengonversi dari suatu konsentrasi ke AQI dapat menggunakan persamaan berikut :










Misalkan untuk mengukur PM2,5 digunakan table breakpoint dibawah ini dengan diketahui monitor mencatat pengukuran PM2.5 24 jam dengan konsentrasi 12.0 mikrogram/m3 . Maka, nilai AQI yang diperoleh adalah :



Maka, dari perhitungan tersebut dapat dikategorikan sebagai kualitas udara yang baik dan tidak menimbulkan efek terhadap kesehatan.

Tabel breakpoint EPA untuk PM2.5
Sumber: [3]

Daftar Pustaka
[1] www.ajkepa.gov.pk/files/ambient-air.pdf diakses pada 5 Maret 2014 pukul 13.00
[2] www.epa.gov/airnow/aqi_brochure_08-09.pdf‎ diakses pada 5 Maret 2014 pukul 13.10
[3] http://en.wikipedia.org/wiki/Air_quality_index diakses pada 5 Maret 2014 pukul 13.13

Indeks Kualitas Udara - Fiipina

Metodologi Perhitungan
Metodologi yang digunakan oleh Filipina yaitu dijelaskan pada gambar berikut:

Sumber: [1]

Metode yang digunakan di Filipina cukup berbeda dengan metode yang digunakan di Indonesia. Indonesia menggunakan spektrofotometer dengan metode analisis chemiluminescent untuk ozon, spektrofotometer dengan metode analisis pararosanilin untuk SO2, NDIR Analyzer untuk CO, spektrofotometer dengan metode analisis Saltzman untuk NO2, Gas Chromatografi dengan metode analisis Flame Ionization untuk HC, dan Hi-Vol dengan metode analisis Gravimetric untuk PM2.5 & PM10.

Data yang Digunakan
Perhitungan untuk menentukan indeks kualitas udara di Filipina cukup sama dengan di Indonesia. Berdasarkan rumus dari AQI (Air Quality Index), data yang digunakan untuk mendapatkan nilai indeks nya yaitu:
  •          Konsentrasi pencemar
  •          Batas bawah konsentrasi pencemar
  •          Batas atas konsentrasi pencemar
  •          Nilai AQI yang berhubungan dengan batas atas konsentrasi pencemar
  •          Nilai AQI yang berhubungan dengan batas bawah konsentrasi pencemar

Berikut rumusnya:






Keterangan:
IP = the index for pollutant P
CP = the rounded concentration of pollutant P
BPHi = the breakpoint that is greater than or equal to CP
BPLo = the breakpoint that is less than or equal to CP
IHi = the AQI value corresponding to BPHi
ILo = the AQI value corresponding to BPLo


Rentang Index
Berbeda dengan indonesia, Filipina memiliki Air Quality Index seperti dijelaskan pada gambar di bawah :
Sumber: [2]

Manfaat untuk Masyarakat
Dengan mengetahui indeks pencemaran yang ada maka masyarakat akan:
·         Menjadi lebih waspada terhadap pencemaran
·         Meningkatkan kesadaran untuk menjaga kualitas udara lingkungannya
·         Mengetahui informasi pencemaran tersebut dan mengetahui tindakan yang harus dilakukan

Daftar Pustaka
[1] http://www.emb.gov.ph/eeid/publicationfiles/statreport04content.pdf diakses tanggal 4 maret 2014 pukul 21.19 WIB

Indeks Kualitas Udara - Vietnam

Pencemaran udara di Vietnam ditangani oleh National Environmental Protection Agency (NEA). NEA berdiri dibawah Ministry of Science, Technology, and Environment (MOSTE) yang selanjutnya dibagi menjadi Ministry of Natural Resources and Environment (MONRE) dan Ministry of Science and Technology (MOST). MONRE bertanggungjawab dalam mengatur kegiatan perlindungan lingkungan seperti membuat peraturan dan menerbitkan standar kualitas lingkungan. Sedangkan yang bertugas untuk memonitor kulaitas udara adalah Vietnam Environmental Administration (VEA) dan Department of Natural Resources and Environment.

 Standar Baku Mutu Udara Ambien Nasional Indonesia
Sumber: [1]


 Standar Baku Mutu Udara Ambien Nasional Vietnam
Sumber: [1]

Vietnam memiliki standar baku mutu ambien nasional berupa PM10, NO2, SO2, O3, CO, TSP, dan Pb yang dipertimbangkan berdasarkan konsentrasi dan efek kesehatan terhadap manusia. Metode pengukuran standar kualitas udara Vietnam diadopsi dari Air Quality Index (AQI), begitu pula Indonesia yang mengadopsi metode dari AQI.

Perhitungan dengan Metode AQI




Dimana:
I : ISPU terhitung
Ia : ISPU batas atas
Ib : ISPU batas bawah
Xa : Ambien batas atas
Xb : Ambien batas bawah
Xx : Kadar ambient hasil pengukuran
Rentang indeks pada kedua negara tidak jauh berbeda, hal ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Rentang ISPU Indonesia
Sumber: [2]

Rentang ISPU Vietnam
Sumber: [3]

Yang menjadi perbedaan adalah jumlah rentang. Indonesia memiliki lima rentang indeks sedangkan Vietnam memiliki enam rentang indeks. Dalam ISPU Vietnam terdapat indeks unhealthy yang terbagi menjadi dua kategori, untuk sensitive groups dan untuk semua. Sedangkan dalam ISPU Indonesia dalam rentang unhealthy masih bersifat general. Di Vietnam, nilai AQI dibagi menjadi dua area yaitu residential area dan roadside area. Masyarakat dapat mengakses data kualitas udara melalui website HEPA (http://www.hepa.gov.vn) atau http://aqicn.org/map/vietnam/. Di Indonesia, terdapat papan informasi yang ditempatkan di beberapa jalan protokol.

Informasi ISPU Vietnam dalam Web
Sumber: [4]

Papan Informasi ISPU di Indonesia
Sumber: [5]

Manfaat dari adanya data indeks standar pencemar udara bagi masyarakat adalah sebagai public warning dan public awareness. Dengan mengetahui informasi mengenai pencemaran udara, masyarakat dapat lebih berhati-hati dalam melakukan kegiatan.

Daftar Pustaka
[1]          http://cleanairinitiative.org/portal/system/files/AQ_Standards_Report_Draft_2_Dec_FINAL.pdf diakses pada tanggal 4 Maret 2014 pukul 21.00
[2]          http://airpollutionquality.blogspot.com diakses pada tanggal 5 Maret 2014 pukul 03.00
[3]          http://urbanemissions.info/model-tools/aqi-calculator.html diakses pada tanggal 5 Maret 2014 pukul 03.10
[4]          http://aqicn.org/map/vietnam/ diakses pada tanggal 5 Maret 2014 pukul 03.20
[5]          http://agak-mengudara-dulu.weebly.com/4/post/2013/03/indeks-kualitas-udara-taiwan.html diakses pada tanggal 4 Maret 2014 pukul 21.10